Ketika saya ceritakan kegiatan saya saat ini, respon yang saya dapat dari orang-orang sekitar kebanyakan adalah "Yaampun Mi kuat ya kamu." "Ih hebat ya kamu Mi, bisa ngejalaninnya." Kata-kata pujian yang mereka lontarkan. Tapi sungguh, apa yang mereka katakan menjadi momok yang cukup besar untuk saya. Bukan, bukan mereka yang salah berkata, tapi lebih kepada mental saya yang belum siap menerimanya.
Menjalani pekerjaan yang lokasinya cukup jauh dari rumah dan menjalani perkuliahan bukan hal mudah untuk saya saat ini. Saya harus beradaptasi dengan dua kegiatan baru sekaligus. Berkejaran dengan waktu disetiap harinya. Sering sekali terbersit untuk memilih jalan pintas. Logika saya berkata, "Udahlah Mi, pilih aja salah satu. Engga bisa keduanya dijalani bersamaan." Namun hati saya berkata, "Ya Allah, I love my job, seeing those precious expressions of my students are totally priceless!" "Having a short chit chat with my friends in campus and listening to my all-time-favorite lecturers are also my biggest booster to stay awake in lecturing time." Bagaimana saya bisa memilih?
Orang tua dan dosen di kampus pun sempat menganjurkan saya untuk memenangkan perkuliahan. Tapi sungguh saya tidak mampu memilih dari keduanya. Keduanya adalah pilihan yang saya pilih. Saya sangat yakin Allah pasti punya alasan yang amat kuat dibalik penuntunanNya dikedua hal ini. Air mata inipun sering sekali tiba-tiba tergenang ketika mengingat hal-hal yang Allah lancarkan disetiap harinya. Seperti perjalanan yang lancar ketika berangkat ke sekolah dan kampus, penundaan pengumpulan tugas, hingga kemampuan melakukan beberapa hal dalam hitungan menit. Hingga saat inipun sudah banyak hal yang saya anggap mengjadi hikmah dari kegiatan yang saya jalani.
Seringkali saya berkeluh kesah ditengah kegiatan yang saya jalani. Meski terdengar layaknya rintihan yang keras, tapi sungguh yang saya butuhkan hanya dorongan yang insyaa Allah membantu saya untuk tetap kuat. Meski sesungguhnya saya tau bahwa dorongan terkuat hanya ada pada diri saya sendiri.
Saya ingat perkataan teman saya yang selalu menginspirasi, Irvan, "kalo gue sih Mi, setuju lo ga resign. Allah aja akan menaikan derajat hambanya yang ingin menuntut ilmu." Implicitly, dengan berkuliah saja Allah akan menaikan derajat hambaNya, apalagi yang dibarengi dengan mencari ridhaa Allah dengan bekerja?
Teman saya Candra yang juga sangat menginspirasi berkata, "Subhanallah ya kita kerja sambil kuliah, entah jadi pribadi yang sekuat apa kita nanti." Kata-kata seperti inilah yang insyaa Allah menjadi pembangkit di kala semangat saya turun. Mungkin terlalu muluk menemukan perkataan-perkataan seperti ini setiap hari, tapi saya butuh orang-orang positif yang
senantiasa memberikan saya energi untuk terus bangun.
Perhatian-perhatian dari teman-teman yang mungkin orang lain lihat sebagai hal kecil, namun sangat besar untuk saya. Terima kasih ya Chika yang menyempatkan kirim foto di tengah-tengah kegiatannya hanya untuk memberi saya semangat. Juga buat Rani dan Mutia yang sesekali menyempatkan untuk menanyakan kabar saya. Juga untuk Yuni dan Ka Nadia sebagia partner saya di sekolah yang senantiasa membantu saya :)
Untuk mama dan papa yang selalu, selalu, selalu, dan selalu memberi saya semangat. Berharap Allah akan memberikan waktu yang lebih lama untuk kita habiskan bersama. Amin.
Saya yakin, Allah akan senantiasa memberikan hal yang terbaik untuk saya. Selalu.
Badai pasti berlalu. Semua pasti ada jalannya karena kehendak dan ridhaa Allah.
Saturday, 5 October 2013
Monday, 1 July 2013
Novida's Wedding
Whoa, ternyata sudah teramat lama ya saya tunda untuk buat postingan Nikahan sahabat saya Novida.
Yaampun mohon maaf ya. Karena sekarang jadi wanita karir *uhuk* jadi sulit untuk cari waktu buat postingan di blog.
Alhamdulillah sahabat saya Novida Fatma Dewita, sudah menikah pada tanggal 4 April 2013 lalu dengan abang Musa Al-Karim.
Kebahagiaan kami bertambah karena hari Kamis, tanggal 20 Juni kemarin, Novida telfon saya dan bilang kalau sekarang dia sudah mengandung. Sekitar 3-5 menit lah saya teriak-teriakan ditelfon karena sangking senengnya hahahahahahaaaa. Aaaah alhamdulillah banget sekarang usia kandungannya sudah 5 minggu.
Jadi postingan ini saya dedikasikan untuk kedua pasangan suami istri yang sedang sangat berbahagia ya...
Yaampun mohon maaf ya. Karena sekarang jadi wanita karir *uhuk* jadi sulit untuk cari waktu buat postingan di blog.
Alhamdulillah sahabat saya Novida Fatma Dewita, sudah menikah pada tanggal 4 April 2013 lalu dengan abang Musa Al-Karim.
Kebahagiaan kami bertambah karena hari Kamis, tanggal 20 Juni kemarin, Novida telfon saya dan bilang kalau sekarang dia sudah mengandung. Sekitar 3-5 menit lah saya teriak-teriakan ditelfon karena sangking senengnya hahahahahahaaaa. Aaaah alhamdulillah banget sekarang usia kandungannya sudah 5 minggu.
Jadi postingan ini saya dedikasikan untuk kedua pasangan suami istri yang sedang sangat berbahagia ya...
Pagi itu, kami jalan dari rumah Pina & Pini (sepupu Novida) ke rumah nenek Novida yang berjarak sekitar 600m.. Sebelumnya bolak-balik terasanya dekat, tapi ketika sudah pakai high heels, mmmm.. itu tidak mudah, sebenernya ga mudah tahan malunya diliatin orang-orang hahaha :p
Foto terakhir sebagai wanita lajang haha :p
For me, this one is the most beautiful picture that I took that day.. look at those priceless expressions :D
Ini dia tempat akad nikah, Masjid Koto Majidin.
Kalau kata pengantinnya, yang ini tuh tragedi salah kasih cincin alias, cincinnya ketuker! Aduh, sangking deg-degannya, kali ya, bang Musa sampe salah kasih cincin ke Vida -_-'
Pamer buku nikah.
Jangan pada ngiri yaaaaaa... hahahahaa
Jadi, selama acara resepsi, kedua mempelai ganti baju sebanyak tiga kali.
Pakaian adat Solok
Pakaian adat Palembang.
One of my fave photos!
Pakaian adat Kerinci, Jambi.
Ini juga salah satu moment yang priceless! No (neneknya Vida) senang sekali bernyanyi, jadi yang diatas itu ceritanya pas foto beliau ingin bernyanyi hehehee
Bisa diliat ya pas pulang ke rumah Pina & Pini, kami berbagi jalan dengan sapi hahahahahaa seru banget :p
Special Part!
"Dibuang Sayang"
Dari tadi kan foto pengantinnya bagus terus, sekali-sekali yang terlihat lebih "real" gitu hahahaha :p
Ekspresi ini juga priceless banget buat saya hahahaha
Si Nars kaya begini aja cakep -_-'
Nah kalau ini kedai Bakso dan Mie Ayam Mas Brow yang paling Fenomenal selama perjalanan kami. Meski makanan Sumatra Barat itu enak-enak, tapi yang namanya selera dari lahir itu ga bisa dibohongin ya, kami rindu rasa manis hahahahaha
Jadi bisa dibayangin ya, betapa kaget bercampur haru ketika liat ada kedai Bakso dan Mie Ayam disana hahahahaha namanya kedainya itu juga loh, menjual banget! hahahahaha :p
Alhamdulillah, selesai juga postingan blog saya ini untuk merekap moment terpenting dalam hidup sahabat saya Novida. Semoga bisa mewakili keingin tahuan temen-temen yang ga bisa dateng kesana ya..
Sekali lagi maaf karena sudah telat banget ini hehehee
This blog post is dedicated to my dearest friend Novida Fatma Dewita and Musa Al Karim.
Love,
Mia Utami Putri
Pictures taken by:
Mia Utami Putri
Narsika Rosaningpekerti
Yuni Kesuma Rini
Priskila Shendy
Dwi
Subscribe to:
Posts (Atom)